Breaking News


Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Gunung Merbabu selalu menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Jawa Tengah. Dengan ketinggian 3.145 mdpl, gunung ini terkenal akan padang sabana luas, pemandangan sunrise spektakuler, hingga panorama Gunung Merapi yang tampak gagah berdampingan. Namun, sebelum menginjakkan kaki di jalur pendakian Gunung Merbabu, ada baiknya calon pendaki memahami karakter jalur, estimasi waktu tempuh, dan kelebihan tiap rute.
Kenapa penting? Karena pemilihan jalur bukan hanya soal cepat sampai puncak, tetapi juga soal keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman mendaki. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai jalur resmi pendakian Gunung Merbabu, mulai dari jalur Selo, Suwanting, Wekas, Thekelan, hingga Cuntel, lengkap dengan estimasi waktu dan karakteristiknya.
Saat ini terdapat beberapa jalur resmi yang bisa digunakan untuk mendaki Gunung Merbabu. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Mari kita bahas satu per satu.
⏱ Total estimasi: 7–8 jam perjalanan normal.
⏱ Total estimasi: 8–9 jam perjalanan.
⏱ Total estimasi: 7–8,5 jam perjalanan.
⏱ Total estimasi: 8–9 jam perjalanan.
⏱ Total estimasi: 8–9 jam perjalanan.
✅ Pilih jalur sesuai kemampuan fisik (pemula direkomendasikan lewat jalur Selo).
✅ Perhatikan estimasi waktu: rata-rata 7–9 jam menuju puncak.
✅ Bawa air yang cukup, karena sumber mata air terbatas di jalur atas.
✅ Persiapkan perlengkapan mendaki standar (tenda, jaket tebal, lampu kepala, obat pribadi).
✅ Cek cuaca sebelum berangkat untuk menghindari badai atau kabut tebal.
✅ Daftar resmi di basecamp untuk keamanan dan asuransi.
1. Jalur pendakian Gunung Merbabu mana yang paling mudah?
→ Jalur Selo dianggap paling ramah untuk pemula karena medan lebih landai.
2. Berapa lama waktu tempuh rata-rata ke puncak Merbabu?
→ Sekitar 7–9 jam tergantung jalur dan kondisi fisik pendaki.
3. Apakah bisa lintas jalur di Gunung Merbabu?
→ Ya, banyak pendaki melakukan lintas jalur, misalnya naik dari Selo dan turun lewat Cuntel atau Thekelan.
4. Apakah ada sumber air di jalur pendakian Gunung Merbabu?
→ Sumber air sangat terbatas, biasanya hanya ada di jalur tertentu di pos bawah. Disarankan membawa bekal air dari basecamp.
5. Kapan waktu terbaik mendaki Gunung Merbabu?
→ Musim kemarau (Mei–September) adalah waktu terbaik karena jalur kering dan pemandangan lebih jelas.
Gunung Merbabu adalah surga bagi para pendaki dengan beragam jalur pendakian yang menawarkan karakter unik. Baik pemula maupun pendaki berpengalaman bisa memilih jalur sesuai kebutuhan: jalur Selo yang ramah, Suwanting yang menantang, Wekas yang sepi, hingga Cuntel dan Thekelan yang strategis.
Kalau kamu berencana mendaki Merbabu tapi masih bingung memilih jalur atau butuh teman perjalanan, Jalak Lawu Backpacker siap membantu dengan layanan trip mendaki, porter, dan guide profesional. Klik artikel terkait lain di website kami:
Yuk, segera rencanakan perjalananmu bersama kami!
#GunungMerbabu #JalurPendakianGunungMerbabu #PendakianJawaTengah #JalakLawuBackpacker #MendakiGunung