Breaking News


Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Banyak pendaki pemula berpikir bahwa selama ada jalur, tinggal ngikut aja. Tapi kenyataannya, jalur bisa tertutup kabut, tertimbun longsoran, atau malah bercabang tak jelas. Dan saat itu terjadi, satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanmu bukan GPS atau sinyal HP (yang seringkali lenyap di gunung), tapi kemampuan dasar navigasi gunung.
Ya, kamu nggak salah baca. Teknik navigasi gunung bukan cuma buat pendaki profesional. Bahkan, justru pendaki pemula yang paling butuh paham cara membaca peta topografi dan menggunakan kompas. Artikel ini akan menjelaskan kenapa, bagaimana, dan apa saja yang perlu kamu kuasai.
Teknik navigasi gunung adalah keterampilan untuk menentukan posisi dan arah perjalanan di medan terbuka seperti pegunungan dengan bantuan alat navigasi seperti kompas, peta topografi, dan penanda alami.
Dengan teknik ini, kamu bisa:
Di banyak titik di Gunung Lawu atau Arjuno, sinyal hilang total. Aplikasi peta jadi nggak bisa dibuka. Di sinilah pentingnya bisa baca peta fisik dan pakai kompas.
Beberapa jalur seperti jalur alternatif atau jalur hutan masih minim penanda. Terutama saat mendaki tanpa guide. Kalau salah ambil jalur, bisa berujung tersesat berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Misal: evakuasi teman yang cedera, menghindari cuaca buruk, atau mencari jalur air. Dengan teknik navigasi, kamu bisa ambil keputusan lebih cepat dan aman.
Kompas adalah alat sederhana namun vital yang menunjukkan arah mata angin (Utara, Selatan, Timur, Barat). Jenis kompas yang umum dipakai pendaki:
Peta ini menggambarkan kontur atau bentuk permukaan bumi dalam detail. Fitur utama:
✅ Bawa kompas manual (bukan hanya digital)
✅ Unduh dan cetak peta topografi area pendakian
✅ Latih orientasi peta sebelum pendakian
✅ Tandai pos-pos penting di peta (Pos 1, Pos 2, sumber air, shelter)
✅ Hindari mengandalkan sinyal HP
✅ Simpan peta dan kompas di tempat mudah dijangkau
✅ Latih baca kontur di rumah atau saat latihan di perbukitan
✅ Buat rencana jalur dan rencana cadangan (Plan B)
Tidak. Aplikasi hanya pelengkap. Kompas dan peta tetap jadi alat utama karena tidak bergantung baterai atau sinyal.
Kamu bisa dapatkan dari website BIG (Badan Informasi Geospasial), atau cari versi cetak di toko perlengkapan outdoor. Atau minta ke penyedia trip seperti Jalak Lawu Backpacker.
Nggak harus jago dulu, tapi paham dasar-dasarnya itu wajib. Minimal tahu cara orientasi peta dan baca arah pakai kompas.
Tentu! Di trip kami, kamu bisa belajar langsung praktik orientasi medan, baca peta, dan pakai kompas bareng guide berpengalaman.
Dengan menguasai teknik navigasi gunung, kamu nggak hanya bisa menghindari tersesat, tapi juga makin percaya diri dan mandiri saat menjelajah alam bebas. Kompas dan peta bukan alat kuno yang ketinggalan zaman justru itu kunci survival sejati.
Ingat, alam itu indah tapi juga tak terduga. Dan hanya mereka yang paham medan yang bisa menikmatinya dengan aman dan penuh rasa hormat.
Bersama Jalak Lawu Backpacker, kamu bisa:
✅ Belajar langsung teknik navigasi gunung dari tim profesional
✅ Praktik orientasi medan dan survival skill di alam terbuka
✅ Dapat peta rute dan panduan jalur lengkap
✅ Naik gunung dengan pendampingan guide lokal berpengalaman
#TeknikNavigasiGunung #KompasDanPeta #NavigasiPendakian #PetaTopografi #JalakLawuBackpacker #PendakiCerdas #NaikGunungAman #OpenTripGunungLawu