Breaking News


Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Mendaki gunung itu seru, tapi juga penuh risiko. Banyak pendaki pemula yang berangkat hanya bermodalkan semangat tanpa persiapan matang. Alhasil, kesalahan-kesalahan kecil bisa berujung bahaya besar. Nah, kalau kamu baru mau menjajal dunia pendakian, wajib banget baca artikel ini sampai tuntas!
Pendaki pemula umumnya berangkat dengan semangat tinggi, tapi minim pengalaman. Banyak yang tergoda ikut-ikutan tanpa benar-benar tahu apa yang akan dihadapi di atas gunung. Apalagi kalau gunung yang didaki setinggi Gunung Lawu dengan medan dan cuaca yang bisa berubah ekstrem.
Berikut adalah 7 kesalahan paling umum yang sering dilakukan pendaki pemula dan bagaimana menghindarinya.
Gunung bukan tempat untuk coba-coba. Kalau kamu terbiasa duduk manis di depan komputer, lalu tiba-tiba nanjak 3.000 mdpl tanpa persiapan, siap-siap ngos-ngosan bahkan bisa kolaps. Latihan fisik ringan seperti jogging, naik turun tangga, atau bersepeda setidaknya dilakukan dua minggu sebelum pendakian.
Pendakian bisa melelahkan, membosankan, bahkan menakutkan. Kalau kamu ikut hanya karena ajakan teman tanpa benar-benar siap, mentalmu bisa runtuh di tengah jalan. Akhirnya menyusahkan tim atau malah memaksa turun sebelum puncak.
Pendaki pemula sering salah kaprah dalam membawa perlengkapan. Ada yang bawa terlalu banyak barang gak penting seperti setrika mini (serius!), makeup, sampai boneka. Ada juga yang malah gak bawa sleeping bag atau jas hujan, padahal dua itu vital banget.
Checklist wajib:
atau kau juga bisa baca lebih lengkapnya Checklist Barang Bawaan Pendakian Gunung Lawu
Jangan nekat naik saat musim hujan tanpa perlengkapan memadai. Selain jalur jadi licin, risiko hipotermia meningkat drastis. Sebaliknya, musim kemarau juga tetap perlu waspada: rawan kebakaran hutan dan dehidrasi.
Gunakan aplikasi prakiraan cuaca seperti AccuWeather atau cek informasi dari pos pendakian Gunung Lawu.
Banyak pemula yang belum tahu tentang Leave No Trace (LNT), prinsip menjaga kelestarian alam saat mendaki. Sampah plastik, sisa makanan, dan tisu basah sering ditemukan di jalur pendakian. Jangan jadi bagian dari masalah.
Checklist etika:
Masih banyak pendaki pemula yang pakai sandal jepit, sepatu sneakers biasa, atau celana jeans ke gunung. Padahal, gunung butuh outfit khusus: nyaman, ringan, dan tahan cuaca.
Tips outfit:
Jalur Gunung Lawu memang banyak pilihan: Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, hingga jalur alternatif seperti Singolangu. Tapi jangan cuma ikut-ikutan atau mengandalkan GPS yang sinyalnya nggak stabil.
Solusi:
Banyak pemula yang memaksakan diri padahal sudah merasa mual, pusing, atau sesak napas. Ini bisa jadi tanda Acute Mountain Sickness (AMS). Kalau dibiarkan, bisa berbahaya bahkan fatal.
Langkah cepat:
A: Cocok, tapi tetap butuh persiapan. Jalur Cemoro Sewu cenderung lebih ramah pemula, tapi tetap harus memperhatikan stamina dan perlengkapan.
A: Musim kemarau antara Mei–September. Cuaca lebih stabil dan jalur tidak terlalu licin.
A: Untuk pemula sangat disarankan. Selain bantu bawa beban, porter bisa jadi penunjuk jalan dan penolong kalau terjadi masalah.
Mendaki gunung, termasuk Gunung Lawu, bukan soal gaya atau keinginan naik-naik ke puncak gunung. Ini tentang kesiapan, tanggung jawab, dan respek terhadap alam. Jangan jadi pendaki yang nekat dan menyusahkan tim hanya karena kurang pengetahuan. Belajar dari 7 kesalahan di atas bisa menyelamatkan nyawa termasuk nyawamu sendiri.