Breaking News


Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bayangkan sedang mendaki gunung berkabut tebal, jalur samar, dan sinyal HP mulai hilang. Pada saat seperti itu, alat navigasi jadi penentu apakah kita bisa sampai puncak dengan aman atau justru tersesat. Dua alat yang paling populer di kalangan pendaki adalah GPS tracker dan kompas manual.
Pertanyaannya: Perbandingan GPS tracker vs kompas manual, mana lebih akurat?
Artikel ini akan membahas secara detail kelebihan, kekurangan, hingga kapan sebaiknya menggunakan keduanya. Dengan begitu, kamu bisa lebih bijak memilih alat navigasi sebelum mendaki.
Navigasi di alam bebas tidak sesederhana membuka Google Maps di kota. Medan gunung penuh dengan hambatan: pepohonan lebat, jurang, kabut, hingga minimnya sinyal. Nah, GPS tracker dan kompas manual punya cara kerja yang berbeda, sehingga hasil akurasinya pun bisa bervariasi tergantung kondisi.
GPS tracker bekerja dengan menangkap sinyal dari satelit. Minimal empat satelit dibutuhkan untuk menentukan posisi koordinat dengan tepat. Dari sini, perangkat bisa menampilkan:
Kelebihan GPS tracker:
Kekurangan GPS tracker:
Kompas manual menggunakan medan magnet bumi untuk menunjukkan arah utara. Tidak ada baterai, tidak ada sinyal satelit, hanya jarum magnet dan piringan derajat.
Kelebihan kompas manual:
Kekurangan kompas manual:
Dalam kondisi terbuka dan langit cerah, GPS tracker lebih akurat karena bisa menunjukkan posisi hingga beberapa meter saja. Namun, ketika berada di hutan rapat, jurang dalam, atau cuaca buruk, sinyal satelit bisa terganggu.
Sebaliknya, kompas manual tetap konsisten selama tidak ada gangguan magnetik. Walau tidak bisa menunjukkan lokasi persis, kompas lebih stabil untuk menentukan arah perjalanan jangka panjang.
Jadi, bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih tepat digunakan sesuai situasi.
Agar lebih aman saat mendaki, berikut checklist praktis:
1. Apakah GPS bisa sepenuhnya menggantikan kompas?
Tidak. GPS bisa gagal saat baterai habis atau sinyal hilang. Kompas tetap jadi backup utama.
2. Mana yang wajib dibawa pendaki pemula?
Sebaiknya GPS tracker, karena lebih mudah digunakan. Namun, pelajari dasar penggunaan kompas untuk jaga-jaga.
3. Apakah semua GPS tracker akurat?
Umumnya akurat, tapi kualitas perangkat dan jumlah satelit yang tertangkap memengaruhi presisi.
4. Apakah kompas bisa digunakan di dekat HP atau powerbank?
Hindari, karena perangkat elektronik bisa mengganggu jarum magnet.
Navigasi adalah kunci keselamatan di gunung. Baik GPS tracker maupun kompas manual punya kelebihan masing-masing, dan kombinasi keduanya adalah pilihan paling aman.
Kalau kamu ingin mendaki dengan tenang tanpa ribet soal arah, yuk bergabung dengan Jalak Lawu Backpacker. Tim kami sudah berpengalaman membawa pendaki dengan perlengkapan navigasi lengkap dan profesional.
👉 Cek artikel lainnya seputar perlengkapan mendaki dan tips survival, atau langsung pesan paket trip Gunung Lawu bersama kami sekarang!
#GPSvsKompas #NavigasiGunung #TipsPendakian #JalakLawuBackpacker #OutdoorAdventure