Breaking News


Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Pernah nggak sih, baru naik setengah gunung, tiba-tiba otot kaki kamu “protes”? Mulai dari pegal luar biasa sampai akhirnya… kram! Rasanya kayak ditusuk jarum dari dalam otot. Mau lanjut? Susah. Mau mundur? Sayang banget, puncaknya udah tinggal sedikit lagi.
Kram otot saat mendaki gunung tinggi adalah salah satu musuh utama pendaki, terutama yang kurang persiapan fisik. Apalagi kalau kamu belum terbiasa naik gunung dengan medan nanjak panjang, udara tipis, dan beban ransel penuh logistik. Tenang, kamu nggak sendiri.
Dalam artikel ini, kita akan bahas tips anti kram saat mendaki gunung tinggi secara tuntas—mulai dari penyebab, pencegahan, sampai solusi di tengah jalur. Supaya kamu bisa naik dengan tenang, turun pun tetap gagah.
Sebelum tahu cara mencegah, kita harus kenal dulu penyebabnya. Kram saat mendaki biasanya disebabkan oleh kombinasi beberapa hal:
Air penting, tapi lebih penting lagi adalah elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium. Saat kamu mendaki, tubuh berkeringat lebih banyak, dan jika hanya diganti dengan air putih tanpa elektrolit, maka otot bisa mengalami gangguan kontraksi.
Solusi: Minum oralit, air kelapa, atau cairan elektrolit khusus untuk pendaki.
Banyak pendaki langsung tancap gas setelah sampai basecamp. Padahal otot belum siap. Akibatnya, ketika melewati tanjakan panjang, otot shock dan mulai tegang. Lama-lama… kram deh!
Solusi: Lakukan pemanasan ringan sebelum mulai pendakian. Fokus di kaki dan punggung.
Naik gunung itu bukan sekadar “jalan-jalan”. Jalur menanjak, beban tas, udara tipis, dan suhu dingin bikin tubuh kerja keras. Kalau kamu jarang olahraga sebelumnya, risiko kram makin besar.
Solusi: Minimal 2 minggu sebelum mendaki, latihan fisik rutin: jogging, squat, naik turun tangga, stretching.
Kadang kita nggak sadar, jalan terlalu membungkuk, langkah terlalu lebar, atau terlalu cepat. Ini bikin otot bekerja nggak optimal, lalu tegang dan akhirnya… kram.
Solusi: Jaga postur tubuh saat mendaki. Langkah pendek-pendek tapi stabil. Jangan dipaksakan cepat.
Setelah tahu penyebabnya, sekarang waktunya bicara strategi. Ini dia tips anti kram saat mendaki gunung tinggi yang bisa kamu terapkan sejak sebelum, saat, dan setelah pendakian.
✅ Botol minum + oralit / minuman isotonik
✅ Pisang atau makanan tinggi kalium
✅ Balsam otot / koyo
✅ Magnesium oil spray (jika punya)
✅ Trekking pole untuk bantu stabilkan langkah
✅ Pijat mini elektrik (opsional tapi membantu)
Q: Apakah hanya pendaki pemula yang bisa kena kram?
A: Tidak. Bahkan pendaki berpengalaman bisa kena kram jika sedang tidak fit atau kurang asupan elektrolit.
Q: Lebih baik bawa air putih atau minuman elektrolit?
A: Keduanya penting. Kombinasikan. Air putih untuk hidrasi dasar, elektrolit untuk menjaga kerja otot.
Q: Apa makanan terbaik sebelum mendaki untuk cegah kram?
A: Makanan tinggi karbohidrat (nasi, roti), pisang, dan sayur hijau kaya magnesium.
Q: Boleh minum kopi sebelum mendaki?
A: Boleh, tapi jangan berlebihan karena bisa mempercepat dehidrasi.
Kalau kamu mau mendaki gunung tinggi seperti Slamet, Lawu, Semeru, atau Sindoro tapi takut kram di tengah jalan, yuk latihan dan naik bareng Jalak Lawu Backpacker!
Kami bantu:
Hubungi kami sekarang lewat WA atau Instagram
Baca juga artikel kami lainnya seputar tips pendakian dan teknik survival di jalaklawubackpacker.com